Mengenal Interaksi Manusia dan Komputer: Antara Teknologi, Desain, dan Pengalaman Pengguna
Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) adalah multidisiplin ilmu yang mempelajari bagaimana manusia berinteraksi dengan sistem komputer. Tujuannya yaitu membuat sistem atau teknologi tepat guna yang mudah digunakan, efektif, dan memberikan pengalaman pengguna (user experience) yang menyenangkan.
Semakin berkembangnya era teknologi digital, membuat peranan pemahaman interaksi manusia dan komputer menjadi sangat penting. Mari kita pikirkan sejenak tentang perangkat teknologi yang biasa kita gunakan sehari-hari. Mulai dari smartphone, tablet, smartwatch, laptop, smart TV, fitness tracker, konsol game, dan sebagainya. Tidak hanya itu, aplikasi seperti, media sosial, platform belanja online, layanan transportasi online, layanan perbankan online, dan masih banyak lagi. Tanpa kita sadari, aktivitas kita mulai dari berkomunikasi, bekerja, belajar, berbelanja, hingga bermain semuanya melibatkan penggunaan teknologi digital yang interaktif.
Hal tersebut terjadi karena perangkat dan aplikasi digital dirancang untuk memberikan manfaat, kemudahan, dan kenyamanan dalam penggunaannya. Setiap kali kita mengetuk layar smartphone atau tablet, menggeser ikon, atau scroll feed Instagram, semua terasa mudah, cepat, dan intuitif. Namun tak jarang juga kita menemui produk yang membingungkan atau membuat frustasi.

Misal robot waiter pada gambar pertama yang didesain untuk membantu tugas pelayan dalam menerima pesanan dan mengantarkan makanan ke pelanggan. Robot waiter ini mungkin terlihat futuristik dan menarik perhatian, tetapi dia tidak bisa berbicara seperti yang diharapkan. Alhasil tidak sesuai dengan fungsionalitas nyatanya. Sebaliknya, robot pada gambar kedua yang hanya berbentuk rak-rak tempat meletakkan makanan justru berhasil menyelesaikan permasalahan kekurangan tenaga kerja di restoran pasca pandemi. Desain seperti ini menunjukkan pentingnya mempelajari interaksi manusia dan komputer dalam menciptakan teknologi yang sesuai kebutuhan dan mudah digunakan.

Contoh lain yaitu fitur “Delete for Everyone” di aplikasi WhatsApp. Pada dasarnya, fitur ini bertujuan untuk membantu pengguna menarik kembali chat yang dikirim secara tidak sengaja, salah ketik, maupun alasan pribadi lainnya. Namun dalam praktiknya, ketika pesan dihapus, penerima bisa melihat notifikasi “This message was deleted.” Alih-alih mengatasi kesalahan, kondisi ini justru menimbulkan rasa penasaran dan sering menimbulkan pertanyaan seperti, “Kamu barusan kirim apa sih?” “Kenapa itu dihapus?” Apakah fitur notifikasi penghapusan tersebut berfungsi sebagai transparansi catatan bahwa suatu pesan telah dihapus? Atau justru mengganggu kenyamanan dalam berkomunikasi? Bagaimana menurut kalian?
Oleh karena itu, pemahaman konsep yang baik mengenai IMK dapat memudahkan kita merancang fitur yang menyeimbangkan fungsi teknis dan dampak sosialnya. Dalam kata lain, kita dapat mengatasi permasalahan melalui solusi digital yang bermanfaat dan mudah digunakan sehingga meningkatkan kepuasan dan pengalaman positif dalam menggunakan teknologi. -admin
Referensi:
Rogers, Yvonne; Sharp, Helen and Preece, Jenny. 2023. Interaction Design: beyond human-computer interaction (6th edition). John Wiley & Sons
https://www.interaction-design.org/literature/topics/human-computer-interaction
https://usabilitygeek.com/the-bad-design-of-everyday-things/