Mengenal Pengolahan Citra Digital, Informasi di Balik Citra
Pernah nggak kepikiran foto yang di-zoom terus terlihat pecah? Atau pernah customize layar tv dengan menaikkan contras,
brightness, hue, saturation agar lebih enak dipandang? Atau bertanya-tanya
tentang bagaimana filter bisa mempercantik wajah atau sekedar menghilangkan
jerawat? Yapp! itu adalah manipulasi dari sebuah citra. Manipulasi ini bisa
menggunakan aplikasi berbasis citra digital yang sekarang sudah banyak kita
kenal, mulai dari filter di sosmed, aplikasi editing foto, atau bahkan aplikasi
menggambar vector semacam CorelDraw, aplikasi-aplikasi dari Adobe, atau bahkan
panel penyesuaian di layar tv, laptop, gawai, dsb.
Semakin berkembangnya teknologi, citra (gambar) bukanlah
media visual yang hanya bisa dilihat, melainkan juga berperan sebagai data yang
bisa dianalisis dan dipelajari oleh manusia, terlebih pada beberapa bidang yang
manusia tidak bisa mengamati secara langsung, citra (gambar) dapat
merepresentasikannya dalam kajian keilmuan yang komprehensif. Melalui mata
kuliah pengolahan citra digital, mahasiswa akan mempelajari bagaimana teknik
mengubah, manipulasi, atau memperbaiki citra digital sesuai kebutuhan agar informasi
yang terkandung dapat dimanfaatkan lebih optimal untuk berbagai kepentingan,
mulai dari medis hingga keamanan. Mata kuliah ini adalah pondasi utama dalam
membangun pemahaman visual dan menggali informasi terhadap data citra yang
salah satunya dapat memanfaatkan machine learning. Gimana? Bisa bikin
filter sendiri nih.
Dalam bahasa komputasi, sebuah citra digital dipandang
sebagai kumpulan titik kecil yang disebut piksel yang tersusun dalam bentuk matriks
berdimensi dua. Setiap piksel tersebut mengandung informasi warna dan
intensitas cahaya yang berbeda-beda. Melalui serangkaian tahapan algoritma
tertentu, komputer dapat memodifikasi jutaan piksel untuk menghasilkan citra
yang lebih jelas yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan
berdasarkan informasi yang terkandung. Lalu bagaimana proses pengolahan citra
digital ini bekerja?
Tentunya, tahapan dimulai dengan mengambil citra melalui
kamera atau alat pemindai, proses ini disebut akuisisi citra. Kemudian,
menerapkan algoritma tertentu berbasis statistika atau matematika untuk memanipulasi
piksel-piksel citra, sehingga diperoleh peningkatan kualitas citra seperti
mengurangi noise, menghaluskan citra, meningkatkan kontras, konversi ke dimensi
warna yang lain, melakukan rotasi citra, dan lain-lain. Tahap ini biasanya
dilakukan agar proses penggalian informasi dapat berjalan lebih baik. Proses
selanjutnya dalam penggalian informasi ini bisa dilakukan dengan melakukan
ekstraksi ciri, proses klasifikasi, pengenalan pola, dan banyak lainnya.
Salah satu penerapan citra digital yang terasa di sekitar
kita yaitu sistem pengenalan wajah yang digunakan sebagai fitur keamanan pada
smartphone atau akses gedung. Dalam bidang kesehatan, citra digital digunakan
untuk menganalisis hasil rontgen, CT Scan, atau MRI yang dapat membantu dokter
dalam melakukan diagnosis penyakit. Dalam bidang transportasi, sistem pembacaan
pelat nomor otomatis digunakan untuk memantau lalu lintas. Masih banyak lagi
contoh penerapan di bidang entertainment, pendidikan, retail, pertanian, dan
lain-lain.
Nah, pemanfaatan data citra sebagai sumber informasi menjadi satu urgensi tersendiri dalam dunia akademik. Meningkatnya kebutuhan akan sistem cerdas dalam memahami data citra menjadikan penelitian di bidang ini terus berkembang. -HD-
Referensi:
Gonzalez, R.C. and Woods, R.E. (2018) Digital Image Processing.
4th Edition, Pearson Education, New York, 1022 p.
https://www.youtube.com/watch?v=NItHNRc3awY
https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2351989421000603
https://www.newsweek.com/need-ask-intelligent-questions-ai-1798693