Kuliah Umum : Tantangan dan Manfaat Transformasi Digital Nasional

Pada hari Senin, 13 Maret 2023, Kepada Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementrian Komunikasi dan Informasi RI), Dr. Eng. Hary Budiarto, M.Kom, IPM memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Prodi S1 Sains Data. Materi yang disampaikan berjudul "Tantangan dan Manfaat Transformasi Digital Nasional". Kegiatan ini termasuk dalam rangkaian kegiatan Praktisi Mengajar yang diberikan pada Mata Kuliah Literasi Digital. Acara ini diselenggarakan secara luring di Gedung Auditorium Slamet Haryono FMIPA dan dihadiri oleh mahasiswa S1 Sains Data dan S1 Pendidikan Matematika FMIPA UNESA, dan juga disiarkan secara daring melalui zoom meeting. Pada kegiatan ini juga turut hadir secara online, Wakil Rektor Bidang II UNESA, Dr. Bachtiar Syaiful Bachri, M.Pd. Dalam sambutannya, Dr. Bachtiar Syaiful Bachri menyebutkan pentingnya jejak-jejak digital dan pemanfaatan analisis data untuk mengungkap fenomena yang terjadi saat ini dan yang akan datang, sehingga kegiatan Kuliah Umum yang diselenggarakan ini diharapkan mampu memperkuat keilmuan di dunia digital di Prodi S1 Sains Data UNESA. Pada acara ini kuliah tamu, Dr. Eng. Hary Budiarto, M.Kom menjelaskan mengenai pentingnya pengetahuan terkait dengan tantangan transformasi digital dan apa saja hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi tantangan tersebut. Dr. Eng. Hary Budiarto menjelaskan “Kondisi Dinamika Global dan Era Digital telah masuk pada Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) memberikan tantangan bagi para pemimpin dunia untuk merespon berbagai kondisi dinamika global secara inovatif dan produktif, agar mampu menciptakan ekosistem Inovasi guna menguasai ekonomi global.” Beliau menambahkan bahwa secara global, pekerjaan yang akan tersedia ke depan akan sangat didominasi oleh pekerjaan berbasis digital.Seiring dengan tren perkembangan teknologi digital dunia yang bergerak kepada inovasi Applied Artifical Intelligence (AI) dan Advanced Connectivity, minat seta daya tarik investasi tertinggi di dunia sat ini mengarah pada teknologi Future of Clean Energy dan Mobility. Adopsi teknologi ini dipengaruhi oleh pergeseran perilaku dan aktivitas ekonomi global. Adopsi teknologi digital seperti Applied Al, memberikan kebermanfaatan yang beragam di berbagai industri. Upaya transformasi digital Nasional diupayakan melalui peta jalan Indonesia Digital 2021-2024 sesuai dengan 5 arahan Presiden seperti : Mempercepat perluasan akses, peningkatan infrastruktur digital, dan penyediaan layanan internet, Mempercepat Integrasi Pusat Data Nasonal, Menyiapkan talenta digital, Mempersiapkan roadmap transfomasi digital di sektor-sektor strategis, Menyiapkan regulasi, skema-skema pendanaan, dan pembiayaan transformasi digital. Di akhir materi, Dr. Eng. Hary Budiarto, M.Kom menyimpulkan bahwa diperlukan kolaborasi berbagai Lembaga untuk merumuskan kebutuhan 10 besar bidang talenta digital yang diserap oleh Industri di Indonesia. Selain itu, pelaksanaan Transformasi Digital membutuhkan komitmen Pimpinan dalam melakukan orkrestrasi mulai dari kelembagaan, integrasi proses, anggaran dan kebijakan. Peta Okupasi yang berbasis SKKNI untuk bidang Komunikasi, Informatika dan Telekomunikasi dijadikan sebagai acuan untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas angkatan kerja muda bagi seluruh Stakeholder. IMDI bisa digunakan sebagai referensi untuk mengembangkan masyarakat digital Indonesia diseluruh kabupaten/kota, agar indeks bisa ditingkatkan terutama pemberdayaan dan sebagai indikator keberhasilan Transformasi Digital