Kuliah Praktisi Machine Learning Bahas Transformer, BERT dalam Dunia Industri
Program Studi S1 Sains Data Universitas Negeri Surabaya
(UNESA) sukses menyelenggarakan kuliah praktisi mata kuliah Pembelajaran Mesin Sesi 2 pada 26 April 2026. Acara yang dilaksanakan secara daring ini menghadirkan
narasumber, Muhammad Fakhrur Rozi, PhD, seorang peneliti dari Cyber Security
Research Institute, Jepang.
Kuliah praktisi kali ini mengusung tema "Konsep dan
Aplikasi Transformer dan BERT pada Permasalahan Nyata". Acara dibuka oleh
Koordinator Prodi S1 Sains Data UNESA, Ibu Yuliani Puji Astuti, M.Si., yang
dalam sambutannya menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk memahami
implementasi machine learning di dunia kerja dan riset di luar kampus.
Setelah membahas RNN dan LSTM pada sesi pertama, Bapak Rozi
menjelaskan bahwa arsitektur Transformer merupakan revolusi besar dalam dunia
AI dalam beberapa tahun terakhir. Teknologi inilah yang menjadi fondasi utama
bagi model bahasa besar (Large Language Models) populer saat ini,
seperti ChatGPT dan Gemini.
"Hampir semua teknologi berbasis language
model saat ini menggunakan arsitektur Transformer," jelas Beliau. Ia
memaparkan keunggulan mekanisme Attention yang memungkinkan model
memproses data secara paralel dan menangkap hubungan antar kata dalam kalimat
dengan lebih efektif.
Selain Transformer, Beliau juga membahas BERT (Bidirectional Encoder Representations from Transformers). BERT mampu memahami konteks sebuah kata berdasarkan kata-kata di sekelilingnya secara dua arah (bidirectional), sehingga dapat membedakan makna kata yang sama dalam konteks yang berbeda tergantung kata sebelum atau sesudahnya.
Tak hanya teori, kuliah ini juga memberikan wawasan industri
yang tajam. Pak Rozi mengungkapkan bagaimana machine learning kini digunakan
dalam bidang keamanan siber untuk mendeteksi celah keamanan (vulnerabilities)
pada perangkat lunak yang tidak ditemukan manusia selama puluhan tahun.
Pesan untuk Mahasiswa Sains Data di akhir sesi, narasumber
berpesan agar mahasiswa tidak hanya mengandalkan library instan, tetapi
juga memahami konsep dasar dari nol (from scratch) agar memiliki daya
saing tinggi di industry.
"AI adalah alat (tools). Yang paling penting
adalah bagaimana kita menggunakan alat tersebut untuk menyelesaikan tugas yang
belum bisa dilakukan AI saat ini," pungkasnya.
Kuliah praktisi ini ditutup dengan sesi tanya jawab
interaktif dan sesi foto bersama, diharapkan dapat memberikan gambaran nyata
bagi mahasiswa angkatan 2024 dalam menempuh mata kuliah pembelajaran mesin
lebih lanjut.