Mengapa Data Storytelling Itu Penting
Kita hidup di era di mana data melimpah ruah, namun sering
kali kita merasa lebih bingung daripada sebelumnya. Banyak orang percaya bahwa
"data akan berbicara sendiri," tetapi kenyataannya tidaklah demikian.
Jia Hwei Ng menekankan bahwa tidak peduli seberapa signifikan data tersebut,
tanpa cerita, tidak ada yang akan mendengar atau melakukan perubahan. Data
storytelling berperan memberikan "suara" pada data agar pesan
yang terkandung di dalamnya dapat didengar.
Manusia tidak diprogram untuk mengingat tabel; kita
diprogram untuk mengingat cerita. Jia Hwei Ng menceritakan bagaimana pasien
sering kali merasa ketakutan saat melihat hasil lab yang menunjukkan angka
fungsi ginjal 45%. Data tersebut dingin dan menakutkan. Namun, ketika ia
menggunakan analogi tangki bensin, di mana fungsi ginjal diibaratkan sebagai
bahan bakar yang harus dijaga agar tidak menyentuh angka 15% (saat lampu
indikator menyala), pandangan pasien berubah dan siap untuk bertindak
Ini adalah inti dari data storytelling: mengubah
angka teknis menjadi sesuatu yang bisa dipahami secara emosional dan praktis
oleh audiens.
Penyampaian data yang efektif mengikuti struktur yang telah
teruji. Struktur ini biasanya dimulai dengan latar belakang (hook), diikuti
oleh rising insights, hingga mencapai momen "Aha!" atau temuan utama,
dan diakhiri dengan solusi serta langkah selanjutnya. Struktur yang jelas
memastikan audiens tidak tersesat dalam kerumitan data.
So what?
Kesalahan umum dalam data storytelling adalah
menyajikan data tanpa menjawab pertanyaan "Terus kenapa?" (So
what?). Setiap cerita data harus terikat pada hasil nyata. Jika analisis
Anda tidak memiliki dampak bisnis atau solusi terhadap masalah audiens, maka
analisis tersebut mungkin tidak perlu dilanjutkan.
Data storytelling tidak hanya berlaku di ruang rapat,
tetapi juga dalam kehidupan pribadi kita. Kita semua memiliki "data"
di kepala kita, catatan tentang kegagalan, penolakan, atau momen memalukan.
Namun, kita memiliki kekuatan untuk membingkai ulang data tersebut. Kegagalan
yang banyak bisa berarti Anda adalah orang yang buruk, atau bisa juga berarti
Anda adalah orang yang berani mencoba hal baru di luar zona nyaman.
Pada akhirnya, data hanyalah alat, sedangkan ceritalah yang
menciptakan gerakan. Di tengah kebisingan informasi saat ini, kemampuan untuk
menyaring angka menjadi narasi yang manusiawi adalah apa yang membedakan
seorang analis biasa dengan seorang pemimpin yang visioner.
Apa cerita yang akan Anda sampaikan dengan data Anda hari ini?
https://www.youtube.com/watch?v=Js5UMbD9r5U
https://www.youtube.com/watch?v=wjGSFbxr9yk
https://www.linkedin.com/pulse/accelerate-decision-making-data-storytelling-emmanuel-damas-dd8wf