Mengenal Data Mining: Menggali Pengetahuan dari Data
Tidak bisa dipungkiri, kehadiran teknologi membuat hidup kita semakin mudah. Informasi berita dan tren terkini dari segala penjuru dunia dapat kita peroleh hanya dengan sentuhan jari pada smartphone. Perkembangan penggunaan teknologi yang masif tersebut menyebabkan fenomena ledakan data yang luar biasa. Kegiatan manusia dalam melakukan transaksi belanja di marketplace, posting dan berinteraksi di media sosial Instagram atau X, pencarian kata di google, melakukan streaming video melalui youtube atau netflix, hingga berkomunikasi melalui email atau whatsapp merupakan beberapa contoh aktivitas yang berkontribusi pada fenomena big data yang direkam oleh berbagai platform tersebut. Berdasarkan data per April 2025, dunia menghasilkan sekitar 402,74 juta terabytes data dari aktvitas penggunanya setiap hari. Namun data-data tersebut menjadi kurang berarti apabila tidak diolah menjadi sebuah pengetahuan. Disinilah peran data mining dimulai.
Pada mata
kuliah data mining, kita akan mempelajari proses penemuan pola menarik dari
kumpulan data pada skala kecil maupun besar. Ibarat menambang emas dari batuan
di dalam bumi, kita perlu mengidentifikasi potensi keberadaan, lalu menggali
permukaan bumi, melakukan proses pengolahan, dan pemurnian hingga menghasilkan
sesuatu yang bernilai tinggi yaitu “emas”. Dalam konteks data mining, diperlukan
kemampuan untuk menemukan pola tersembunyi dari tumpukan data yang acak dan
tidak terstruktur hingga menghasilkan suatu informasi dan pengetahuan yang
bermanfaat.
Namun pada
kenyataannya, proses data mining tidak luput dari tantangan dalam menemukan pola
itu sendiri. Kesalahan dasar dalam proses mining yaitu adanya kecenderungan
untuk mencari pola apapun dan menganggapnya memiliki korelasi yang bermakna,
padahal hanya kebetulan semata. Hal-hal seperti inilah yang dapat menyesatkan
pembaca.
Lalu bagaimana seharusnya kita melakukan penambangan data yang benar? Proses ini diawali dengan bagaimana cara kita mendapatkan data baik secara primer maupun sekunder. Kemudian, dilanjutkan bagaimana cara kita memahami data atau proses bisnis melalui fitur-fitur yang ada. Hal yang tidak kalah penting yaitu pembersihan data dimana tahap ini bertujuan agar data mentah yang dihasilkan menjadi lebih terstruktur dan dapat dianalisis. Pemodelan berbasis statistika dan machine learning juga perlu digunakan untuk mendapatkan informasi yang relevan. Dengan demikian, keseluruhan proses ini mendorong kita untuk lebih berhati-hati dalam mengenali dan menghindari pola-pola semu yang pada akhirnya menghasilkan informasi yang bermakna di era data sekarang. -admin
Referensi:
Han,J.,
Kamber, M. and J. Pei, Data Mining: Concepts and Techniques. Morgan Kaufmann,
3rd ed., 2022
https://explodingtopics.com/blog/data-generated-per-day
https://ritholtz.com/2016/11/bad-data-mining/