Prof. Ebenezer Bonyah Tekankan Pentingnya Pemodelan Matematika untuk Solusi Nyata
Universitas
Negeri Surabaya menerima kunjungan profesor Ebenezer Bonyah, melalui program
Visiting Top Professor yang diselenggarakan pada Senin, 18 Mei 2026 di
Auditorium FMIPA Kampus Unesa I Ketintang.
Kegiatan
tersebut menjadi bagian dari komitmen Unesa dalam memperkuat kolaborasi
akademik internasional sekaligus mendorong pengembangan riset dan inovasi
berbasis pemodelan matematika untuk pembangunan berkelanjutan.
Acara dibuka
dengan keynote speech oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan,
Publikasi, dan Science Center, Bambang Sigit Widodo. Dalam sambutannya, ia
menegaskan bahwa kehadiran Prof. Ebenezer merupakan momentum penting bagi
sivitas akademika Unesa untuk memperluas wawasan global dan memperkuat budaya
akademik berbasis riset.
Profesor dari
Akenten Appiah Menka University of Skills Training and Entrepreneurial
Development tersebut menyampaikan kuliah umum bertajuk “Bridging Science and
Education Through Mathematical Modelling for Sustainable Development.”
Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa matematika tidak seharusnya diajarkan
secara abstrak atau hanya berfokus pada penyelesaian persamaan.
Menurutnya,
pemodelan matematika merupakan proses ilmiah untuk menerjemahkan realitas ke
dalam bahasa matematika guna memahami, memprediksi, dan menghasilkan solusi
atas berbagai persoalan kehidupan.
“Universitas
modern harus menjadi laboratorium gagasan, penghasil solusi, dan predictive
engine bagi masyarakat,” kata Ebenezer.
Ia
menjelaskan bahwa masa depan akan dimiliki oleh mereka yang mampu memodelkan
realitas dan memanfaatkan data untuk memprediksi berbagai kemungkinan yang akan
terjadi. Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga
harus mampu memecahkan persoalan nyata melalui pendekatan ilmiah dan matematis.
Dalam kuliah
umum tersebut, Prof. Ebenezer menunjukkan berbagai contoh penerapan matematika
dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bagaimana pola kain batik dapat
dirumuskan secara presisi melalui model matematika. Selain itu, ia juga
mengulas simulasi arus lalu lintas dan titik kemacetan di Kota Surabaya sebagai
contoh penerapan pemodelan matematika dalam isu urban.Menurutnya, pendekatan
tersebut dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam mengambil keputusan
yang lebih tepat berbasis data dan simulasi ilmiah.
Prof.
Ebenezer turut mengkritik metode pengajaran matematika yang terlalu teoritis
dan jauh dari realitas kehidupan sehari-hari. Ia menilai pembelajaran
matematika seharusnya dikaitkan dengan apa yang dilihat, dirasakan, dan dialami
siswa setiap hari.
Selain
membahas pentingnya pemodelan matematika, ia juga menyoroti pentingnya
kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam menyelesaikan tantangan modern.
Menurutnya, persoalan global tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu bidang
ilmu, melainkan membutuhkan kerja sama antara matematika, teknik, biologi,
sosial, hingga teknologi informasi.
Melalui kegiatan Visiting Top Professor ini, Unesa berharap kolaborasi akademik internasional semakin kuat serta mampu mendorong lahirnya riset dan inovasi yang relevan, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.